JAKARTA, KETIK NALAR – Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Indonesia Soekarno, menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 26 September 2026. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di kalangan dunia seni dan politik Indonesia.

Pria bernama lengkap Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra itu dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta Selatan. Ia pergi di usia 73 tahun, meninggalkan warisan seni yang tak ternilai bagi bangsa ini.

Sehari sebelumnya, kondisi adik kandung Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri itu dilaporkan kritis. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Guntur Romli, membenarkan kabar tersebut pada Jumat, 25 September 2026. Meski begitu, Guntur mengaku tidak mengetahui secara rinci penyakit yang diderita Guruh.

Partai berlambang banteng itu pun merespons kabar sakit Guruh dengan menggelar doa bersama. Seluruh kader diminta memanjatkan doa untuk kesembuhan putra Bung Karno tersebut, namun takdir berkata lain.

Kabar wafatnya Guruh sontak mengejutkan banyak kalangan, terutama para seniman dan sahabat dekatnya. Sejumlah artis senior segera menuangkan kesedihan mereka melalui media sosial, mengenang momen-momen terakhir bersama sang maestro seni pertunjukan itu.

Aktris senior Debby Cynthia Dewi menjadi salah satu yang pertama membagikan kenangan bersama Guruh. Ia mengunggah sebuah foto yang diabadikan pada 27 Agustus 2026, saat Guruh menggelar acara penggalangan dana bertajuk “Malam Dana untuk Indonesia” — sebuah acara yang didedikasikan untuk anak-anak penyintas kanker.

Dalam foto itu, Debby tampak duduk berhadapan dengan Guruh, dengan lukisan Presiden Soekarno terpampang di belakang mereka. Dalam keterangannya, Debby mengungkapkan bahwa kondisi Guruh kala itu sudah melemah, namun ia tetap hadir dan memimpin acara dengan penuh semangat.

Momen yang sama juga diabadikan oleh presenter dan aktris Soraya Haque. Perempuan yang saat itu bertugas sebagai pembawa acara itu membagikan kisah pribadinya tentang kedekatannya dengan Guruh dan keluarga besar Fatmawati Soekarno di akun Instagram miliknya.

Soraya menceritakan bahwa saat bertemu di acara tersebut, Guruh memeluknya dan berbisik. Guruh mengungkapkan keinginannya untuk berdiskusi soal perempuan Indonesia dan tradisi konde — sanggul khas Nusantara yang kini mulai terlupakan oleh generasi muda.

Sayangnya, percakapan itu tidak pernah terwujud. Kondisi Guruh terus menurun hingga akhirnya ia harus berbaring di rumah sakit. Keinginannya melestarikan konde sebagai simbol identitas perempuan Indonesia ikut terkubur bersama kepergiannya.

Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan Presiden Soekarno dan Ibu Negara Fatmawati. Sejak kecil, darah seni mengalir deras dalam dirinya — menari dan bermusik menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Kecintaannya pada seni bukan sekadar hobi. Guruh membangun sebuah kelompok seni pertunjukan yang kemudian dikenal luas di Indonesia: Gencar Semarak Perkasa, atau lebih dikenal dengan nama GSP Production. Di bawah naungan GSP, Guruh mengangkat seni tari dan musik Nusantara ke panggung-panggung megah, memperkenalkannya kepada generasi baru dengan kemasan yang memukau.

Guruh juga meniti karier di dunia politik. Ia aktif di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan kebudayaan nasional di tengah arus modernisasi yang semakin deras.

Sepanjang hidupnya, Guruh telah mementaskan ratusan pertunjukan seni berskala besar. Ia menjadi jembatan antara warisan budaya leluhur dan selera estetika masa kini. Banyak seniman muda yang lahir dan berkembang di bawah bimbingannya melalui GSP Production.

Kepergian Guruh bukan sekadar kehilangan seorang figur publik. Indonesia kehilangan salah satu penjaga api kebudayaan — seseorang yang percaya bahwa seni adalah cara terbaik untuk mencintai tanah air.

Di tengah duka yang menyelimuti, kenangan tentang Guruh akan terus hidup lewat karya-karyanya. Panggung-panggung yang pernah ia isi dengan semarak tari dan musik Nusantara akan selalu menjadi saksi bisu betapa besar cintanya pada Indonesia.

Selamat jalan, Guruh Soekarnoputra. Warisanmu abadi.



Follow Widget