SINJAI, KETIK NALAR – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., hadir langsung di Auditorium H.M. Amir Said Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai, Jumat, 25 September 2026. Bukan sekadar kunjungan seremonial — ia datang membawa pesan kuat: perguruan tinggi Islam harus berani bermimpi melampaui batas daerah dan bersaing di panggung global.

Kuliah umum bertema “Membangun SDM Unggul Berdaya Saing Global” itu menjadi forum perjumpaan langsung antara Haedar Nashir dengan seluruh civitas akademika UIAD Sinjai. Pimpinan universitas, para dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa hadir memadati auditorium untuk menyerap gagasan dari salah satu tokoh organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Haedar membuka paparannya dengan satu keyakinan mendasar: kualitas sumber daya manusia adalah kunci utama dalam menghadapi persaingan global yang kian ketat. Ia menekankan bahwa kampus tidak boleh hanya puas dengan capaian administratif atau akreditasi semata, melainkan harus memastikan lulusannya benar-benar siap menghadapi tantangan nyata di dunia kerja dan kehidupan.

Generasi muda, khususnya mahasiswa, ia sebut sebagai ujung tombak perubahan. Namun potensi itu tidak akan terwujud tanpa fondasi yang kokoh: kemauan belajar yang tinggi, etos kerja yang disiplin, dan komitmen untuk terus mengembangkan diri. Bagi Haedar, karakter bukan pelengkap kompetensi — ia adalah inti dari SDM yang sesungguhnya unggul.

Ia juga menyoroti peran strategis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) secara keseluruhan, termasuk UIAD Sinjai. Menurut dia, PTMA harus terus meningkatkan mutu dan memperluas kontribusinya, bukan hanya untuk komunitas lokal, tetapi hingga skala internasional. Muhammadiyah, kata dia, memiliki jaringan dan potensi yang cukup untuk berperan di tingkat global jika sungguh-sungguh dikelola dengan baik.

Sebelum Haedar menyampaikan kuliah umumnya, Rektor UIAD Sinjai Dr. Suriati, M.Sos.I., membuka acara dengan sambutan yang penuh kebanggaan. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah merupakan momen yang tidak biasa bagi institusinya.

“Yang dulu kita cuma lihat di layar kaca, di media, hari ini beliau hadir langsung di UIAD Sinjai menyapa dan berbagi ilmu kepada kita semua,” ujar Suriati di hadapan peserta yang memenuhi auditorium.

Suriati juga memanfaatkan momen itu untuk melaporkan sejumlah pencapaian kampus kepada Haedar Nashir. Yang paling menonjol adalah keberhasilan UIAD Sinjai meraih akreditasi Unggul — peringkat tertinggi dalam sistem akreditasi perguruan tinggi nasional. Capaian itu bukan tanpa perjuangan, dan Suriati menegaskan bahwa hal itu bukan titik akhir, melainkan titik tolak.

Meski berada di kabupaten yang secara geografis bukan pusat metropolitan, UIAD Sinjai tidak mau terkungkung oleh keterbatasan lokasi. Suriati menyatakan dengan tegas bahwa kampusnya memiliki visi yang jauh melampaui batas administratif daerah.

“Walaupun kita berada di daerah, kita punya mimpi menjadi kampus global,” kata Suriati, pernyataan yang disambut antusias oleh peserta yang hadir.

Selain soal akreditasi, Suriati juga memperkenalkan kehadiran MentariMu Mart di lingkungan kampus UIAD Sinjai. Unit usaha ini disebut sebagai MentariMu Mart pertama yang berdiri di Sulawesi Selatan — sebuah terobosan nyata dalam membangun ekosistem kewirausahaan berbasis kampus. Kehadirannya mencerminkan upaya UIAD untuk tidak hanya mencetak akademisi, tetapi juga wirausahawan yang mandiri dan inovatif.

Langkah itu sejalan dengan semangat yang disuarakan Haedar Nashir: bahwa kampus harus menjadi laboratorium kehidupan, bukan sekadar ruang transfer ilmu. Ketika mahasiswa terpapar pada ekosistem bisnis nyata sejak di bangku kuliah, mereka akan lebih siap menghadapi dunia setelah wisuda.

Kuliah umum ini pun memiliki makna yang lebih dari sekadar ceramah akademik. Ini adalah penegasan ulang arah institusi. UIAD Sinjai sedang membangun identitasnya sebagai perguruan tinggi daerah yang memiliki standar dan orientasi global — bukan dua hal yang bertentangan, melainkan kombinasi yang justru bisa menjadi keunggulan tersendiri.

Dalam konteks Indonesia yang sedang berpacu membangun kualitas pendidikan tinggi, kiprah PTMA di daerah seperti Sinjai justru menjadi narasi penting. Ia membuktikan bahwa semangat kemajuan tidak hanya milik kampus-kampus besar di kota metropolitan.

Haedar Nashir menutup kuliah umumnya dengan pesan yang ringkas namun sarat makna: pengembangan perguruan tinggi yang sejati tidak diukur dari gedung megah atau gelar akreditasi, tetapi dari kualitas manusia yang dilahirkannya. Dan manusia yang berkualitas, hanya bisa lahir dari proses pendidikan yang sungguh-sungguh dikelola dengan integritas dan visi yang jelas.

Bagi UIAD Sinjai, kehadiran Haedar Nashir bukan hanya kehormatan. Ini adalah pengingat sekaligus pendorong untuk terus berbenah — bahwa mimpi menjadi kampus global, dari Sinjai sekalipun, bukan sesuatu yang mustahil.



Follow Widget