JAKARTA, KETIK NALAR – Skuad Garuda menghadapi ujian pertama bahkan sebelum peluit pertandingan dibunyikan. Dua pemain andalan Timnas Indonesia dipastikan tidak bisa tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 karena alasan kesehatan, memaksa pelatih John Herdman bergerak cepat mencari pengganti.
Pelatih asal Kanada itu mencoret Dony Tri Pamungkas dari daftar skuad setelah pemain Persija Jakarta tersebut dinyatakan belum pulih sepenuhnya dari cedera yang dideritanya. Bersamaan dengan itu, Yakob Sayuri juga harus angkat kaki dari kamp latihan karena kondisi kesehatannya memburuk hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Kabar ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi tim yang tengah mempersiapkan diri menghadapi turnamen bergengsi tingkat ASEAN itu. Namun Herdman tidak memberi ruang bagi kekhawatiran untuk berlarut.
Gerak cepat ditunjukkan Herdman dengan memanggil dua nama segar untuk mengisi kekosongan tersebut. Shayne Pattynama dari Persija Jakarta dan Rizky Eka Pratama dari PSM Makassar menjadi pilihan sang pelatih untuk memperkuat barisan skuad Garuda.
Keduanya tidak membuang waktu. Shayne dan Rizky langsung bergabung dalamesi latihan perdana bersama 21 pemain lainnya di Stadion Madya, Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026. Kehadiran mereka seolah menjadi sinyal bahwa mesin Garuda tidak akan melambat meski kehilangan dua pemain penting.
Herdman sendiri menjelaskan situasi ini secara gamblang kepada media. “Dony Tri Pamungkas sudah kembali ke Persija untuk pemulihan. Yakob Sayuri sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Kami membawa Rizky Eka sebagai gantinya,” ujarnya tanpa banyak basa-basi.
Pernyataan itu mencerminkan gaya Herdman yang selalu realistis dan tidak suka menutup-nutupi kondisi tim. Bagi pelatih yang sudah kenyang pengalaman menangani tim nasional di berbagai negara ini, pergantian pemain bukan hal yang asing — yang penting roda latihan terus berputar.
Dengan masuknya Shayne Pattynama dan Rizky Eka Pratama, komposisi skuad Garuda kini kembali lengkap berjumlah 23 pemain. Angka itu adalah kuota ideal yang diinginkan Herdman untuk memasuki turnamen dengan kesiapan optimal.
Namun ada dua nama lagi yang belum hadir dalam latihan hari itu. Calvin Verdonk dan Dean James — dua pemain diaspora yang membela klub di luar negeri — dijadwalkan baru bergabung pada Rabu, 23 September 2026. Keterlambatan ini bukan karena masalah kesehatan, melainkan karena keduanya masih harus menuntaskan kewajiban bersama klub masing-masing terlebih dahulu.
Verdonk dan James adalah bagian dari proyek besar PSSI dalam memanfaatkan pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa. Kehadiran mereka selalu dinantikan karena kualitas dan pengalaman bermain di liga-liga kompetitif luar negeri menjadi nilai tambah yang signifikan bagi Timnas.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk menunjukkan perkembangan sepak bola nasional. Turnamen yang mempertemukan negara-negara kawasan Asia Tenggara ini bukan sekadar ajang uji coba, melainkan kompetisi yang memiliki bobot dan gengsi tersendiri.
Indonesia dijadwalkan membuka kampanye mereka di FIFA ASEAN Cup dengan menghadapi Singapura pada 25 September 2026. Laga perdana ini diprediksi akan menjadi pemanasan sebelum duel yang lebih menantang mengintai di depan.
Tiga hari berselang, giliran Malaysia yang akan menjadi lawan Garuda. Duel Indonesia versus Malaysia selalu menyimpan panas tersendiri, baik di dalam maupun di luar lapangan. Rivalitas kedua negara yang sudah berlangsung puluhan tahun menjadikan laga ini lebih dari sekadar pertandingan sepak bola biasa.
Perjalanan fase grup ditutup dengan pertandingan melawan Bangladesh pada 1 Oktober 2026. Secara di atas kertas, laga ini bisa menjadi kesempatan bagi Herdman untuk mencoba kombinasi pemain, meski di level internasional tidak ada laga yang boleh dianggap enteng.
Di balik hiruk-pikuk pergantian pemain, ada hal yang perlu dicermati lebih jauh. Absennya Dony Tri Pamungkas menunjukkan bahwa manajemen kebugaran pemain masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani lebih serius. Dalam kalender sepak bola yang semakin padat, cedera dan kelelahan pemain menjadi risiko yang tidak bisa dihindari.
Namun Herdman sepertinya sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Sepanjang kariernya menangani timnas Kanada dan kini Indonesia, ia sudah berkali-kali harus memutar otak mencari solusi di tengah keterbatasan. Dan sejauh ini, ia selalu punya jawaban.
Kini pertanyaannya bukan lagi siapa yang absen atau siapa yang masuk. Pertanyaan sesungguhnya adalah: seberapa siap Garuda melangkah di FIFA ASEAN Cup 2026 dan sejauh mana mereka bisa melaju dalam turnamen ini?
Jawaban itu akan mulai terungkap ketika peluit pertama berbunyi pada 25 September, ketika Indonesia dan Singapura saling berhadapan di atas lapangan.




Tinggalkan Balasan