SINJAI, KETIK NALAR – Ratusan anak balita di Kabupaten Sinjai kini mendapat perhatian nyata dari pemerintah pusat. Sebanyak 409 dos produk susu bergizi tiba di tangan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, Kamis (15/10/2026), sebagai bantuan resmi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI yang didukung penuh oleh PT Nestlé Indonesia.

Penyerahan simbolis berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sinjai. Bantuan ini bukan sekadar distribusi produk, melainkan bagian dari strategi nasional menekan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan.

Sasaran bantuan adalah anak usia 5 hingga 8 tahun, dengan prioritas utama anak-anak yang telah terdata mengalami stunting serta berasal dari keluarga miskin ekstrem. Dari total 409 dos, sebanyak 316 dos dialokasikan langsung ke sembilan kecamatan berdasarkan data resmi pemerintah, sementara 93 dos sisanya disalurkan melalui jalur Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Pemerintah Kabupaten Sinjai tidak mendistribusikan bantuan ini secara sembarangan. Acuan utamanya adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Triwulan III Tahun 2026, sebuah basis data terpadu yang digunakan untuk mengidentifikasi keluarga miskin dan rentan secara akurat di seluruh Indonesia.

Dari total penerima manfaat, 52 anak yang tercatat secara resmi mengalami stunting menjadi kelompok prioritas pertama. Adapun 264 dos susu dialokasikan khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem atau yang masuk dalam kelompok desil 1, yakni lapisan masyarakat paling bawah dalam peta kemiskinan nasional.

Agar bantuan benar-benar tepat sasaran, diterapkan ketentuan satu anak per Kartu Keluarga (KK). Seluruh calon penerima juga wajib melewati proses verifikasi yang dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga di tingkat desa dan kelurahan sebelum bantuan resmi diserahkan.

Bupati Ratnawati menyampaikan bahwa program ini mencerminkan kepedulian konkret pemerintah terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus langkah nyata mendorong masyarakat Sulawesi Selatan yang lebih sehat. Namun ia menegaskan, bantuan susu ini tidak boleh dipandang sebagai solusi tunggal.

“Bantuan ini sifatnya stimulan. Karena itu, kita harus terus mengedukasi masyarakat, terutama keluarga yang masuk dalam kategori yang telah ditetapkan, agar kesadaran terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak semakin meningkat,” kata Ratnawati di hadapan para pejabat dan undangan yang hadir.

Pernyataan itu bukan sekadar formalitas. Di balik 409 dos susu tersebut, ada persoalan lebih mendasar yang harus dibenahi: pola asuh, pemahaman gizi keluarga, dan akses masyarakat miskin terhadap layanan kesehatan anak yang layak.

Bupati Ratnawati didampingi Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sinjai, Andi Ariany Djalil, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan kepada masyarakat Sinjai. Apresiasi itu sekaligus menjadi pengakuan bahwa penanganan stunting tidak bisa berdiri sendiri tanpa koordinasi antarlevel pemerintahan.

Lebih jauh, Bupati Ratnawati mendorong agar keterlibatan dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan dalam membantu keluarga miskin dan rentan terus diperkuat. Ia menilai kolaborasi lintas sektor adalah kunci agar upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak berhenti di satu program, melainkan berjalan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Sinjai, tegasnya, akan terus mendorong sinergi antara dinas-dinas terkait, para pendamping keluarga, hingga tokoh masyarakat untuk mendampingi penerima manfaat, meningkatkan kualitas hidup anak, dan memperluas akses terhadap dukungan yang dibutuhkan agar keluarga-keluarga tersebut dapat keluar dari jerat kemiskinan.

Kegiatan penyerahan bantuan ini dihadiri sejumlah pejabat penting daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai Andi Jefrianto Asapa, Staf Ahli Bupati Bidang Sosial dan SDM Sofwan Sabirin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat A. Tenri Rawe Baso, Dra. Hj. Kamriati Anies, M.Pd.I Tokoh perempuan Nahdlatul Ulama (NU), Kepala Dinas Kesehatan dr. Kahar Anies, Kepala Dinas Sosial A. Baso Mangurawa, para camat se-Kabupaten Sinjai, serta para penyuluh Keluarga Berencana (KB) dari seluruh wilayah Sinjai.

Kehadiran banyak pihak dalam satu forum itu sendiri menggambarkan keseriusan Kabupaten Sinjai dalam merespons masalah stunting, bukan hanya dengan bantuan sesaat, tetapi dengan membangun ekosistem penanganan yang menyeluruh dan berkesinambungan.



Follow Widget