SINJAI, KETIK NALAR – Dua belas atlet renang Kabupaten Sinjai tengah digenjot kemampuannya demi satu misi: membawa pulang medali dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun ini. Bukan sekadar ikut tampil, Federasi Akuatik Indonesia (FAI) Sinjai memasang target empat medali emas — melampaui angka tiga emas yang ditetapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Ketua FAI Sinjai, Andi Sarifuddin, mengungkapkan hal itu saat ditemui di Gelanggang Renang H.M. Nur Tahir, Jumat (2/10/2026). Ia memastikan persiapan tim sudah berjalan intensif dengan dukungan pelatih profesional yang dilibatkan secara penuh sejak jauh hari.
Target empat emas itu bukan sekadar ambisi tanpa dasar. Andi menyebut angka itu merupakan komitmen yang sudah ia canangkan sejak pertama kali terpilih memimpin FAI Sinjai. “Target kami 4 medali emas, sesuai komitmen saya sejak terpilih sebagai Ketua Akuatik. Dari rapat koordinasi dengan KONI, target yang diberikan 3 emas. Tapi kami optimistis bisa meraih 4 emas,” ujarnya.
Dari 42 nomor yang diperlombakan dalam cabang akuatik, FAI Sinjai berencana mengikuti hampir seluruh nomor yang tersedia. Meski begitu, ada satu nomor yang menjadi tumpuan utama harapan: sprint.
Keunggulan di nomor sprint bukan tanpa alasan. FAI Sinjai menilai sejumlah atletnya, terutama yang berasal dari wilayah Pulau Sembilan, memiliki kondisi fisik yang prima dan kapasitas pernapasan yang kuat — dua modal penting dalam nomor cepat renang. “Fisiknya sangat kuat dan napasnya juga sangat kuat. Tinggal kami latih agar tetap konsisten, terutama dari sisi mental,” kata Andi.
Dari 12 atlet yang disiapkan, delapan di antaranya akan diberangkatkan untuk bertanding langsung di Porprov. Sebagian besar merupakan pelajar SMP dan SMA yang harus membagi waktu antara latihan dan kewajiban sekolah.
Untuk menjamin keseimbangan itu, FAI Sinjai telah mengajukan permohonan izin resmi kepada pihak sekolah. Para atlet tetap mengikuti pembelajaran, namun melalui jalur daring, sehingga program latihan pagi dan sore hari bisa berjalan tanpa hambatan. “Kami sudah mengajukan permohonan izin ke sekolah, dan mereka tetap mengikuti pembelajaran secara daring,” jelas Andi.
Di balik layar, pelatih renang Sinjai, Mustafa, menjadi sosok yang merancang dan mengawasi program latihan harian para atlet. Porsi latihan yang diberikan terbilang berat — dalam satu hari, setiap atlet wajib menyelesaikan renang sejauh enam kilometer. “Dalam satu hari latihannya enam kilometer,” kata Mustafa singkat namun tegas.
Program latihan dengan intensitas tinggi ini bukan tanpa tujuan. Mustafa ingin para atletnya benar-benar dalam kondisi puncak saat berlaga di Porprov. Ia berkomitmen untuk terus mendampingi tim hingga kompetisi selesai sepenuhnya. “Targetnya kalau bisa dipertahankan 4 medali emas. Insyaallah kami akan latih sampai selesai Porprov,” tuturnya.
Sejumlah nomor teknis pun sudah masuk dalam agenda persiapan, antara lain gaya kupu-kupu 200 meter, gaya dada 200 meter, gaya ganti 200 dan 400 meter, serta gaya bebas 1.500 meter. Ragam nomor ini mencerminkan keseriusan FAI Sinjai untuk tampil kompetitif di berbagai lini, tidak hanya mengandalkan satu atau dua nomor unggulan.
Porprov menjadi panggung penting bagi atlet-atlet muda Sinjai untuk membuktikan diri di tingkat provinsi. Dengan jadwal latihan yang padat, dukungan pelatih profesional, dan semangat para atlet yang rata-rata masih berstatus pelajar, FAI Sinjai tampak serius mengubah ambisi empat emas itu menjadi kenyataan.
Kini, waktu yang tersisa sebelum Porprov bergulir akan menjadi penentu. Setiap meter renangan dalam sesi latihan enam kilometer per hari adalah investasi untuk satu tujuan: berdiri di podium tertinggi dan mengharumkan nama Sinjai di kancah olahraga Sulawesi Selatan.




Tinggalkan Balasan