MAKASSAR, KETIK NALAR – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mendapat kejutan menyenangkan di pagi hari. Sekitar 250 pengemudi ojol menerima bantuan bahan bakar minyak (BBM) gratis di SPBU KS Tubun, Makassar, Jumat (2/10/2026). Kegiatan sosial ini digelar oleh Organisasi Garuda Astacita Nusantara (GAN) Sulawesi Selatan bersama Satuan Brimob Polda Sulsel.
Bagi pengemudi ojol, bahan bakar bukan sekadar kebutuhan—ia adalah nyawa dari pekerjaan mereka. Tanpa BBM, roda motor berhenti, dan begitu pula penghasilan harian mereka. Di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat, pengeluaran untuk bahan bakar menjadi salah satu pos yang paling menguras kantong para pengemudi setiap harinya.
Ketua GAN Sulsel, Sugianto Wahid, mengungkapkan bahwa bantuan ini lahir dari kesadaran akan peran besar ojol dalam kehidupan masyarakat kota. Mereka bukan hanya mengantarkan penumpang dari satu titik ke titik lain, tetapi juga menjadi ujung tombak layanan pengantaran makanan, barang, dan berbagai kebutuhan warga sehari-hari.
“Teman-teman ojol setiap hari berada di jalan dan menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat. Apa yang kami lakukan hari ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan dapat membantu dan memberikan semangat kepada mereka,” ujar Sugianto di sela kegiatan.
Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi. Di balik layar aplikasi yang digunakan jutaan orang untuk memesan ojol, ada manusia-manusia yang berjibaku dengan cuaca, kemacetan, dan persaingan demi penghasilan yang tidak selalu pasti. Bantuan sekantung BBM mungkin terdengar kecil, namun dampaknya nyata bagi mereka yang setiap hari menghitung liter demi liter.
Sekretaris GAN Sulsel, Sakka Pati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata dari semangat gotong royong yang selama ini menjadi nilai dasar organisasi.
“GAN hadir bersama masyarakat. Hari ini kita bersama-sama dengan teman-teman ojol. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi bagian dari semangat kebersamaan serta gotong royong,” kata Sakka.
Kehadiran sejumlah tokoh dalam kegiatan ini turut memperkuat sinyal bahwa perhatian terhadap kalangan pekerja informal mulai mendapat tempat yang lebih serius. Selain jajaran pengurus GAN Sulsel—termasuk Prof. Sukardi Weda, Emma Husain, dan Ira Husain—kegiatan ini juga dihadiri oleh personel Satbrimob Polda Sulsel yang ikut berbaur bersama komunitas pengemudi ojol.
Kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan aparat kepolisian dalam kegiatan sosial seperti ini terbilang menarik. Ini bukan soal citra, melainkan soal membangun kedekatan yang organik antara institusi dan masyarakat yang mereka layani. Ojol, yang selama ini kerap berada di garis terdepan mobilitas kota, kali ini justru menjadi yang pertama merasakan manfaat konkret dari sinergi tersebut.
Pengemudi ojol memang kerap luput dari perhatian program-program bantuan formal. Statusnya yang berada di zona abu-abu antara pekerja tetap dan pekerja lepas membuat mereka sering kali tidak tercakup dalam skema perlindungan sosial yang ada. Padahal, kontribusi mereka terhadap roda perekonomian kota tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dalam sehari, seorang pengemudi ojol rata-rata menghabiskan puluhan ribu rupiah hanya untuk bahan bakar. Jumlah itu belum termasuk biaya perawatan kendaraan, potongan platform, dan pengeluaran tak terduga lain yang selalu mengintai di balik setiap perjalanan. Ketika bantuan BBM hadir, meski hanya untuk satu hari, itu berarti ada beban yang untuk sejenak terangkat dari pundak mereka.
Kegiatan yang berlangsung di SPBU KS Tubun pada pagi hari itu berjalan tertib dan disambut antusias oleh para peserta. Para pengemudi ojol yang hadir tampak berbaris rapi menunggu giliran pengisian, sementara panitia dari GAN Sulsel dan Satbrimob memastikan proses berjalan lancar.
GAN Sulsel menyatakan harapan agar inisiatif seperti ini bisa menjadi agenda berkelanjutan, bukan sekadar aksi insidental. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan hari ini, menurut mereka, harus terus dipupuk agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama kalangan pekerja informal yang roda hidupnya berputar bersama roda motor mereka setiap hari.
Bagi 250 pengemudi yang mengisi tangki motornya pagi itu, satu hal pasti—hari kerja mereka dimulai sedikit lebih ringan dari biasanya.




Tinggalkan Balasan