SINJAI, KETIK NALAR – Satu nama mulai mencuat menjelang perhelatan besar organisasi kepemudaan di Kabupaten Sinjai. Muh Rum Sunusi resmi mengambil formulir pendaftaran bakal calon Ketua Karang Taruna Kabupaten Sinjai pada Minggu, 27 September 2026, menandai langkah awal yang dinantikan banyak kalangan menjelang Temu Karya yang semakin dekat.
Pengambilan formulir berlangsung di Grand Hotel Rofina Sinjai, tepat pukul 16.45 WITA. Suasana sore itu terasa bukan sekadar urusan administratif biasa — ini adalah sinyal nyata bahwa kontestasi kepemimpinan Karang Taruna Sinjai telah resmi bergulir.
Prosesi pengambilan formulir berjalan tertib dan terorganisir. Muh Yaqub hadir sebagai Master of Ceremony yang memandu jalannya momen tersebut, sementara Musawwir bertugas sebagai Liaison Officer yang mendampingi rombongan secara langsung.
Turut menyertai rombongan tersebut sosok yang dikenal luas di kalangan pemuda Sinjai, Ikhwan Law. Kehadirannya menambah bobot simbolis dari langkah yang diambil Muh Rum Sunusi hari itu.
Di tempat yang sama, rombongan disambut oleh Amar Ma’ruf, Sekretaris Panitia Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sinjai. Amar menegaskan bahwa pengambilan formulir ini merupakan bagian resmi dari rangkaian tahapan menuju forum tertinggi organisasi kepemudaan tersebut.
“Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sinjai dijadwalkan menjadi momentum untuk menentukan kepemimpinan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi kepemudaan di Sinjai,” ujar Amar kepada wartawan.
Pernyataan Amar bukan tanpa alasan. Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan, membutuhkan figur kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara personal, tetapi juga mampu menjadi perekat konsolidasi lintas wilayah di Sinjai.
Temu Karya bukan sekadar forum seremonial. Ia adalah ruang deliberasi, tempat para pemuda Sinjai menentukan arah gerak organisasi untuk periode ke depan — siapa yang akan memimpin, dan bagaimana peta kekuatan kepemudaan akan tersusun ulang.
Jadwal yang ditetapkan panitia terbilang ketat. Pengambilan formulir hanya dibuka selama dua hari, yakni Minggu hingga Senin, 27 hingga 28 September 2026. Artinya, bagi siapa pun yang berniat maju sebagai bakal calon, tidak ada ruang untuk menunda.
Pengembalian formulir dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 29 September 2026. Sehari berselang, Rabu 30 September 2026, Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sinjai akan resmi digelar — forum yang akan menentukan siapa yang akan memegang kendali organisasi ini ke depannya.
Singkatnya jeda antara pengambilan formulir, pengembalian, dan pelaksanaan Temu Karya mencerminkan betapa seriusnya panitia dalam menjaga momentum. Tidak ada celah untuk tarik ulur waktu — semua bergerak dalam ritme yang telah ditetapkan.
Muh Rum Sunusi sendiri bukan nama asing di lingkaran kepemudaan Sinjai. Langkah yang ia ambil sore itu, dalam kesederhanaan sebuah pengambilan formulir, menyimpan pesan yang lebih besar: bahwa regenerasi kepemimpinan organisasi kepemudaan di Sinjai tengah memasuki babak baru.
Karang Taruna Kabupaten Sinjai kini berdiri di persimpangan penting. Siapa yang akan terpilih dalam Temu Karya nanti, bukan hanya akan memimpin sebuah organisasi — tetapi juga akan membawa tanggung jawab untuk memastikan pemuda Sinjai tetap relevan, bergerak, dan berdampak di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
Dengan dibukanya pendaftaran bakal calon, seluruh mata kini tertuju ke Grand Hotel Rofina dan agenda besar yang menanti di penghujung September ini. Apakah akan ada nama lain yang menyusul jejak Muh Rum Sunusi? Waktu dua hari akan menjawabnya.




Tinggalkan Balasan