SINJAI, KETIK NALAR – Muhammadiyah kembali memperluas sayap bisnisnya. Hari ini, Jumat (25/9/2026), pusat perbelanjaan MentariMu Mart resmi diluncurkan di kampus Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai — menandai babak baru ekspansi ekonomi persyarikatan hingga ke tingkat kabupaten di Sulawesi Selatan.
Peluncuran ini bukan agenda kecil. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, hadir langsung meresmikan gerai baru tersebut di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. Ia didampingi Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal — dua nama paling berpengaruh di jajaran pimpinan pusat organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia itu.
MentariMu Mart merupakan unit usaha ritel Muhammadiyah yang dikembangkan sebagai bagian dari strategi besar penguatan ekonomi berbasis persyarikatan. Kehadirannya di lingkungan kampus UIAD Sinjai bukan kebetulan. Kampus menjadi titik strategis untuk membangun ekosistem bisnis yang menyentuh langsung komunitas mahasiswa, civitas akademika, dan masyarakat sekitar.
Humas UIAD Sinjai, A. Fatahillah, menjelaskan bahwa agenda peluncuran ini telah dipersiapkan secara serius oleh pihak kampus bersama jajaran PP Muhammadiyah. Selain peresmian MentariMu Mart, Haedar Nashir juga dijadwalkan menyampaikan kuliah umum kepada civitas akademika UIAD Sinjai.
“Agenda beliau adalah launching pusat perbelanjaan MentariMu Mart UIAD dan memberikan kuliah umum,” ujar Fatahillah, Kamis (24/9/2026).
Kehadiran Muhadjir Effendy dalam kapasitasnya sebagai pimpinan bidang ekonomi dan industri halal memperkuat sinyal bahwa peluncuran MentariMu Mart di Sinjai adalah bagian dari peta jalan bisnis Muhammadiyah yang lebih besar. Muhammadiyah tengah serius membangun jaringan ritel dan bisnis halal yang menjangkau daerah-daerah, tidak hanya terpusat di kota-kota besar.
Sektor industri halal kini menjadi salah satu segmen bisnis dengan pertumbuhan paling menjanjikan di Indonesia. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia diprediksi terus menjadi pasar utama produk dan layanan halal global. Muhammadiyah, dengan jaringan amal usaha yang tersebar di seluruh penjuru negeri, memiliki posisi strategis untuk mengambil peran lebih besar di segmen ini.
MentariMu Mart hadir sebagai wujud nyata dari strategi tersebut. Gerai yang berlokasi di kampus UIAD Sinjai ini diproyeksikan tidak sekadar melayani kebutuhan belanja sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang distribusi produk-produk usaha mikro kecil dan menengah berbasis komunitas Muhammadiyah di Sinjai dan sekitarnya.
Peluncuran ini turut dihadiri Bupati Sinjai, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, serta seluruh Organisasi Otonom Muhammadiyah se-Kabupaten Sinjai. Keterlibatan kepala daerah membuka peluang sinergi antara kebijakan pemerintah kabupaten dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang digerakkan Muhammadiyah.
Bagi UIAD Sinjai sendiri, kehadiran MentariMu Mart di lingkungan kampus membuka dimensi baru pengembangan institusi. Perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai inkubator ekonomi yang produktif. Mahasiswa berpotensi terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan unit usaha ini, memberikan pengalaman bisnis nyata di luar ruang kuliah.
Model kampus-bisnis seperti ini sejalan dengan tren pengembangan perguruan tinggi modern yang mendorong kemandirian finansial melalui unit usaha produktif. Beberapa universitas besar di Indonesia telah lebih dulu menerapkan model serupa, dan UIAD Sinjai kini melangkah ke arah yang sama dengan dukungan penuh dari jaringan Muhammadiyah.
Ke depan, MentariMu Mart di Sinjai diharapkan menjadi percontohan bagi pengembangan unit usaha serupa di kampus-kampus Muhammadiyah lain di Sulawesi Selatan. Jika model ini terbukti berhasil, ekspansi ke kabupaten-kabupaten lain di kawasan timur Indonesia hanya soal waktu.
Muhammadiyah terus membuktikan bahwa organisasi keagamaan dan kekuatan ekonomi bisa berjalan beriringan. Dan Sinjai, hari ini, menjadi salah satu titik awal dari perjalanan panjang itu.




Tinggalkan Balasan