MAKASSAR, KETIK NALAR – Kurang dari dua pekan sebelum pelaksanaan, panitia Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sinjai bergerak cepat memastikan setiap detail persiapan tak ada yang terlewat. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Karang Taruna Kabupaten Sinjai bersama Ketua Panitia menemui langsung Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperoleh arahan sebelum forum akbar itu digelar pada 30 September 2026.
Pertemuan koordinasi itu berlangsung di Warkop 47, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar — suasana yang cair namun serius. Koordinator Steering Committee (SC) Temu Karya juga turut hadir, melengkapi diskusi yang membahas kesiapan teknis hingga mekanisme jalannya forum.
Agenda koordinasi ini bukan sekadar formalitas. Panitia secara terbuka menyampaikan perkembangan persiapan yang telah berjalan, mulai dari kesiapan teknis lapangan hingga susunan agenda kegiatan. Koordinator SC turut memaparkan gambaran tahapan forum yang telah dirancang, membuka ruang masukan dari tingkat provinsi.
Ketua Karang Taruna Sulsel pun memberikan arahan yang substansial. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Temu Karya yang sesuai dengan mekanisme organisasi, sekaligus memastikan semangat kebersamaan dan konsolidasi seluruh unsur Karang Taruna di Kabupaten Sinjai tetap terjaga selama forum berlangsung.
“Asistensi ini menjadi bagian penting dalam memastikan persiapan Temu Karya berjalan sesuai mekanisme. Kami berharap seluruh tahapan dapat dipersiapkan dengan baik sehingga pelaksanaan nantinya berjalan tertib dan lancar,” ujar Ketua Karang Taruna Sulsel.
Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi protokoler. Di baliknya ada pesan tegas: Temu Karya harus menjadi forum yang benar-benar hidup, bukan seremoni kosong. Konsolidasi organisasi kepemudaan ini dinilai penting, terutama di tengah tantangan sosial yang terus berkembang di tingkat kabupaten.
Plt Ketua Karang Taruna Kabupaten Sinjai menegaskan bahwa langkah koordinasi ke Makassar merupakan bagian dari rangkaian persiapan yang telah dirancang secara bertahap. Baginya, masukan dari provinsi adalah bahan berharga untuk menyempurnakan apa yang telah disiapkan.
“Kami terus melakukan koordinasi dan asistensi, termasuk dengan jajaran Karang Taruna Sulsel. Arahan dan masukan yang kami terima menjadi bahan penting untuk menyempurnakan persiapan Temu Karya,” katanya.
Ketua Panitia pun senada. Ia memastikan koordinasi tidak akan berhenti di pertemuan Makassar ini. Hingga hari H, panitia bersama Steering Committee akan terus bergerak memastikan setiap aspek — dari teknis penyelenggaraan hingga substansi forum — benar-benar siap.
Temu Karya Karang Taruna bukan forum biasa. Dalam struktur organisasi Karang Taruna, forum ini merupakan mekanisme resmi untuk konsolidasi, evaluasi, dan penguatan arah gerak organisasi di tingkat kabupaten. Kehadiran seluruh unsur Karang Taruna dari berbagai kecamatan di Sinjai diharapkan menjadikan forum ini representatif dan menghasilkan keputusan yang berpijak pada kebutuhan nyata pemuda di lapangan.
Kabupaten Sinjai memiliki potensi kepemudaan yang tidak kecil. Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan yang lahir dari dan untuk masyarakat memiliki peran strategis — mulai dari pemberdayaan ekonomi pemuda, penanganan masalah sosial, hingga penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Temu Karya menjadi ruang refleksi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh.
Persiapan yang matang, koordinasi lintas tingkatan, dan semangat kolektif yang dibangun jauh sebelum hari pelaksanaan menjadi sinyal positif bahwa Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sinjai 2026 dirancang bukan untuk sekadar digelar, melainkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi perjalanan organisasi ke depan.
Dengan waktu yang kian mepet, panitia tampaknya tak ingin ada celah yang luput dari perhatian. Setiap koordinasi, setiap arahan, dan setiap masukan yang masuk terus diolah menjadi bahan penyempurnaan. Target mereka hanya satu: 30 September 2026, Temu Karya berlangsung tertib, lancar, dan penuh makna.


Tinggalkan Balasan