SINJAI, KETIK NALAR – Satu nama telah resmi melangkah maju. Muhammad Yusran Guntur menjadi bakal calon pertama yang mengembalikan formulir pendaftaran Ketua Karang Taruna Kabupaten Sinjai, membawa semangat kolaborasi dan lima rekomendasi pendukung sebagai bekal awal pencalonannya.
Berkas pendaftaran itu diserahkan langsung kepada Panitia Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sinjai di Grand Hotel Rofina Sinjai, Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 17.30 WITA. Langkah ini menandai babak baru dalam proses regenerasi kepemimpinan Organisasi Sosial terbesar di Kabupaten Sinjai
Yusran bukan sekadar mendaftarkan diri. Ia hadir dengan narasi yang jelas tentang ke mana arah Karang Taruna Sinjai seharusnya melangkah.
Bagi Yusran, Karang Taruna selama ini belum sepenuhnya memaksimalkan potensi yang dimiliki pemuda Sinjai. Organisasi kepemudaan ini, menurutnya, tidak cukup hanya eksis sebagai wadah formal. Ia harus mampu melahirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Bagi saya, Karang Taruna adalah rumah bersama bagi pemuda. Karena itu, yang ingin kita bangun bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan kepemudaan yang mampu bekerja, berkolaborasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Yusran usai menyerahkan berkas pencalonannya.
Pernyataan itu bukan retorika kosong. Yusran secara eksplisit menyebut kolaborasi sebagai kata kunci kepemimpinannya kelak. Ia membayangkan Karang Taruna yang terbuka terhadap berbagai gagasan, mampu bermitra dengan pemerintah daerah, kalangan dunia usaha, komunitas lokal, hingga organisasi kepemudaan lainnya.
Menurutnya, sumber daya pemuda Sinjai sesungguhnya sangat besar. Yang dibutuhkan adalah wadah yang mampu menyatukan potensi tersebut menjadi energi kolektif untuk mendorong kemajuan daerah.
“Potensi pemuda Sinjai sangat besar. Tinggal bagaimana potensi itu kita satukan menjadi energi positif untuk mendorong kemajuan daerah. Saya ingin Karang Taruna menjadi wadah yang inklusif, produktif, dan terbuka terhadap kolaborasi,” kata Yusran.
Visi inklusivitas itu menjadi benang merah yang ia tarik sepanjang proses pencalonan. Yusran tampaknya sadar bahwa tantangan organisasi kepemudaan saat ini bukan lagi soal kehadiran semata, melainkan soal relevansi dan dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat luas.
Ketua Panitia Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sinjai, Andi Anwar Ishar, membenarkan bahwa berkas pendaftaran Yusran telah diterima secara resmi oleh panitia. “Iya, berkasnya sudah kami terima,” kata Andi Anwar Ishar singkat.
Lima rekomendasi yang dilampirkan Yusran dalam berkasnya menjadi bagian dari kelengkapan administrasi pencalonan. Dokumen-dokumen pendukung itu menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi setiap bakal calon sebelum melaju ke tahapan selanjutnya.
Proses Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sinjai dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026. Forum itulah yang nantinya akan menjadi arena penentuan — siapa yang akan memimpin Karang Taruna Sinjai untuk periode 2026–2029.
Sebelum Temu Karya digelar, panitia menetapkan batas akhir pengembalian formulir pendaftaran pada Rabu, 30 September 2026, pukul 11.00 WITA. Artinya, bakal calon lain masih memiliki waktu hingga pagi hari itu untuk menyerahkan berkas dan menyatakan niatnya.
Plt Ketua Karang Taruna Kabupaten Sinjai, Firdaus, menegaskan tenggat waktu tersebut tidak bisa ditawar. “Pengembalian formulir ditutup pada Rabu besok pukul 11.00 WITA,” ujarnya tegas.
Temu Karya bukan sekadar forum biasa. Dalam tradisi organisasi Karang Taruna, forum ini adalah mekanisme demokratis paling penting — tempat para anggota dan perwakilan menentukan arah organisasi, termasuk memilih ketua yang akan membawa Karang Taruna Sinjai melangkah selama tiga tahun ke depan.
Dengan Yusran sebagai bakal calon pertama yang resmi mendaftar, dinamika pencalonan mulai terbentuk. Pertanyaannya sekarang: siapa lagi yang akan menyusul sebelum formulir ditutup pada Rabu pagi?
Apapun jawabannya, Temu Karya Rabu ini dipastikan menjadi momen penting bagi ribuan pemuda Sinjai. Siapa pun yang terpilih, tantangannya jelas: menjadikan Karang Taruna bukan sekadar nama, tetapi kekuatan nyata yang bergerak bersama masyarakat.




Tinggalkan Balasan