MASALEMBO, KETIK NALAR – Harapan keluarga korban kembali menyala. Tim penyelam gabungan TNI AL dan Basarnas berhasil menemukan sejumlah jenazah dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa, wilayah Kalimantan Selatan. Satu per satu korban dievakuasi dari kedalaman laut, membawa kepastian bagi keluarga yang telah lama menanti kabar.
Operasi pencarian bawah laut ini bukan pekerjaan mudah. Para penyelam harus menembus kondisi perairan yang menantang, menyisir setiap sudut bangkai kapal demi menemukan para korban yang masih terjebak di dalamnya. Kehati-hatian menjadi prioritas utama di setiap tahap evakuasi.
Hingga Selasa, 22 September 2026, sebanyak 18 jenazah telah diterima oleh RS Bhayangkara Banjarmasin. Dari jumlah itu, 14 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara 4 lainnya masih menunggu hasil proses DNA. Tim DVI Polda Kalimantan Selatan menyatakan kelima korban yang lebih awal teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki, berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.
Di tengah duka yang menyelimuti banyak keluarga, ada satu kisah yang mengharukan sekaligus memberi harapan. Rizki Afriansyah, seorang karyawan kantin di KM Virgo Transport 8, berhasil selamat setelah berjuang lebih dari tujuh jam di tengah lautan terbuka. Ia bertahan dengan berpegangan pada tabung gas 12 kilogram bersama empat rekannya.
Rizki akhirnya dievakuasi oleh tim Basarnas dalam kondisi selamat. Pada dini hari Rabu, ia tiba di kampung halamannya di Desa Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, disambut dengan tangis haru keluarga yang telah menunggunya. Kondisi Rizki saat ini dinyatakan baik dan dalam pemantauan.
Namun kegembiraan itu belum sepenuhnya utuh. Ayah Rizki, Yusep Cahyana, yang menjabat sebagai kepala kantin di kapal yang sama, hingga kini masih belum ditemukan. Keluarga terus memanjatkan doa dan harapan agar Yusep dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Kisah Rizki menjadi gambaran nyata betapa kuat naluri bertahan hidup manusia di tengah bencana. Lebih dari tujuh jam mengapung di lautan, berpegang pada satu-satunya benda yang bisa menyelamatkannya, ia akhirnya berhasil dijangkau tim penyelamat. Keberanian dan keteguhannya menjadi sumber inspirasi di tengah kesedihan yang melingkupi tragedi ini.
Sementara itu, tim SAR gabungan menegaskan bahwa operasi pencarian tidak akan dihentikan selama masih ada korban yang belum ditemukan. Mereka terus menurunkan penyelam secara bergantian untuk menyisir bagian dalam kapal yang kini terbaring di dasar Laut Jawa. Koordinasi antara TNI AL, Basarnas, dan aparat kepolisian terus dipererat demi memaksimalkan hasil operasi.
Basarnas juga mengimbau kepada seluruh keluarga korban yang belum mendapat kepastian untuk segera melapor dan menyerahkan data diri guna mempercepat proses identifikasi. Data biologis seperti sampel DNA dari keluarga inti sangat dibutuhkan agar para korban yang belum teridentifikasi bisa segera dikembalikan kepada keluarganya.
Tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 menjadi pengingat pahit akan pentingnya keselamatan pelayaran di perairan Indonesia. Kapal yang melayani rute di kawasan Laut Jawa itu membawa sejumlah penumpang dan awak kapal ketika akhirnya tenggelam, menyisakan duka mendalam bagi banyak keluarga di berbagai penjuru Tanah Air.
Proses identifikasi yang dilakukan tim DVI Polda Kalsel berjalan dengan cermat dan sistematis. Setiap jenazah yang diterima rumah sakit menjalani serangkaian pemeriksaan forensik sebelum identitas resminya dapat ditetapkan. Bagi keluarga yang masih menunggu, proses ini memang terasa panjang dan menyiksa, namun diperlukan demi memastikan tidak ada kekeliruan dalam penentuan identitas korban.
Pihak kepolisian dan Basarnas meminta kesabaran dan kerja sama aktif dari seluruh keluarga korban. Mereka berharap informasi yang dikumpulkan dari keluarga dapat mempercepat proses DNA matching, sehingga kepastian yang selama ini ditunggu segera bisa diberikan.
Di Cianjur, keluarga Rizki menyambut kepulangannya dengan campuran rasa syukur dan kekhawatiran. Syukur karena sang anak kembali dengan selamat, khawatir karena sang ayah masih belum ada kabarnya. Mereka tetap berharap operasi SAR dapat membuahkan hasil, membawa Yusep Cahyana kembali ke pelukan keluarga.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 masih terus berjalan. Setiap hari, para penyelam kembali turun ke kedalaman, membawa harapan jutaan keluarga yang menunggu di daratan. Mereka bukan sekadar mencari jenazah — mereka sedang memberikan kepastian, yang kadang lebih berharga dari segalanya.




Tinggalkan Balasan